"Mewujudkan wadah persatuan yang solid bagi tenaga kefarmasian di Kota Masohi untuk membentuk insan profesi yang berintegritas, mandiri, profesional, dan unggul dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat Maluku Tengah."
Didirikan di Kota Yogyakarta sebagai organisasi profesi farmasi tertua di Indonesia. PAFI dibentuk tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan demi merapatkan barisan pejuang kefarmasian untuk memasok obat-obatan esensial perjuangan.
Pemerintah menerbitkan keputusan tentang legalitas penugasan asisten apoteker/tenaga teknis kefarmasian, yang menempatkan peran PAFI sangat krusial dalam menyaring kelayakan lisensi pengabdian di seluruh faskes.
Diluncurkan sistem kartu tanda anggota nasional (KTAN) terpusat guna merapikan database farmasis secara elektronik demi pengawasan izin praktik yang legal dan merata.
Meningkatnya jumlah apotek dan tenaga ahli farmasi di Maluku Tengah memicu dibentuknya Pengurus Cabang (PC) Kota Masohi secara otonom untuk melayani administrasi lokal tanpa harus ke ibu kota provinsi Maluku.
Melambangkan media pencampuran, peracikan obat, dan pelayanan profesional TTK dalam mendistribusikan kesembuhan bagi masyarakat luas.
Melambangkan nilai kebijaksanaan, keahlian khusus ilmu obat, serta fungsi penetralan racun menjadi penawar berkhasiat.
Lingkaran menggambarkan wadah organisasi yang solid. Warna Hijau mengindikasikan kesehatan dan penyembuhan alami. Kuning emas bermakna kemuliaan dedikasi profesi.